Surabaya, 6 Maret 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) Telkom University Surabaya berhasil melaksanakan kegiatan sosialisasi dan demonstrasi kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan (AI), VoxSight AI, kepada siswa dan tenaga pendidik tunanetra di SLB A YPAB Gebang Putih Surabaya. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 6 Maret 2026, pukul 09.00–12.00 WIB ini merupakan bagian dari program Abdimas Fakultas Informatika Telkom University Surabaya yang bertujuan mendukung pendidikan inklusif dan kemandirian penyandang disabilitas melalui teknologi asistif modern.

Inovasi Teknologi Asistif untuk Komunitas Tunanetra

VoxSight AI merupakan prototipe kacamata pintar yang memadukan perangkat keras berbasis Internet of Things (IoT) dengan modul kecerdasan buatan. Perangkat ini dilengkapi mikrokontroler ESP32-S3, kamera mini, sensor gerak, modul komunikasi GSM, serta algoritma deteksi objek YOLOv10 yang mampu memberikan umpan balik suara secara real-time kepada pengguna. Dengan teknologi ini, penyandang tunanetra dapat mengenali objek di sekitarnya melalui informasi suara yang dihasilkan oleh sistem AI secara otomatis.

Inovasi ini dikembangkan oleh tim mahasiswa Telkom University Surabaya di bawah bimbingan Yohanes Setiawan, S.Si., M.Kom., dengan anggota tim Muhammad Fikri Al Fathoni, Laura Djasmine Putri Tandiawan, Floren Fransiska Elisabet Sihite, Hans Harold Barus, dan Krisna Maulana. Prototipe dikembangkan sebagai respons terhadap kebutuhan nyata komunitas tunanetra, khususnya dalam hal mobilitas mandiri di lingkungan yang belum sepenuhnya ramah disabilitas.

Antusias Tinggi dari Siswa dan Tenaga Pendidik

Kegiatan dihadiri oleh 22 peserta, terdiri dari 15 siswa tunanetra dan 7 tenaga pendidik tunanetra di SLB A YPAB Gebang Putih Surabaya. Sebanyak 9 siswa berkesempatan mencoba langsung prototipe VoxSight AI dengan pendampingan tim. Respons yang diterima sangat positif — para siswa terlihat antusias saat mendengar umpan balik suara dari sistem AI, dan banyak yang memberikan masukan konstruktif, seperti harapan adanya fitur pembacaan buku fisik maupun digital.

Berdasarkan survei umpan balik yang dilakukan setelah kegiatan, 100% peserta menyatakan bahwa waktu pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dan cukup. Sebanyak 88,9% peserta menyatakan setuju atau sangat setuju bahwa materi kegiatan sesuai dengan kebutuhan mereka, dan 88,9% lainnya menyatakan berharap kegiatan serupa dapat dilanjutkan di masa mendatang.

Tiga Sesi Pelatihan Berbasis Pendekatan Inklusif

Program ini menyelenggarakan tiga sesi pelatihan yang dirancang secara inklusif. Sesi pertama memperkenalkan konsep dasar kecerdasan buatan dan teknologi asistif berbasis IoT untuk mendukung mobilitas tunanetra. Sesi kedua berfokus pada demonstrasi komponen perangkat keras melalui pendekatan taktil, di mana peserta dapat menyentuh dan mengeksplorasi langsung setiap komponen VoxSight AI. Sesi ketiga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba langsung menggunakan kacamata pintar dalam skenario mobilitas yang dirancang di lingkungan sekolah.

Seluruh materi pelatihan disajikan melalui pendekatan multimodal yang menggabungkan narasi audio, eksplorasi taktil, dan demonstrasi interaktif, sehingga keterbatasan visual peserta tidak menjadi hambatan dalam memahami teknologi yang disampaikan. Modul pelatihan juga tersedia dalam format rekaman audio yang dapat diakses kembali oleh peserta secara mandiri setelah kegiatan.

Mendukung Pendidikan Inklusif dan SDGs

Program ini sejalan dengan komitmen Telkom University Surabaya dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG ke-4 (Pendidikan Berkualitas), SDG ke-10 (Mengurangi Kesenjangan), dan SDG ke-9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur). Kegiatan ini juga merupakan bagian dari Roadmap Kelompok Keahlian Smart Computing Technology Fakultas Informatika Telkom University Surabaya yang berfokus pada pengembangan solusi teknologi cerdas berbasis kebutuhan riil masyarakat.

SLB A YPAB Gebang Putih Surabaya sendiri menaungi 25 siswa disabilitas, 15 di antaranya tunanetra, dengan tingkat literasi teknologi dasar mencapai 90,9%. Provinsi Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah siswa tunanetra tertinggi secara nasional, yakni 747 siswa pada tahun ajaran 2020/2021 berdasarkan data Kemendikbud. Tingginya populasi ini menegaskan urgensi kehadiran inovasi teknologi asistif berbasis AI di lingkungan pendidikan khusus.

Keberlanjutan Program

Prototipe VoxSight AI saat ini masih dalam tahap pengembangan lanjutan dan akan dihibahkan kepada SLB A YPAB Gebang Putih Surabaya setelah proses penyempurnaan selesai. Luaran lain dari program ini mencakup modul pelatihan teknologi asistif IoT-AI berformat adaptif, publikasi di media massa, video dokumentasi kegiatan yang akan ditayangkan di kanal YouTube Teknologi Informasi Telkom University Surabaya, serta pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Informasi lebih lanjut mengenai proyek ini dapat diakses melalui voxsight.id.

Melalui program ini, Telkom University Surabaya berharap dapat menjadi jembatan antara inovasi teknologi terkini dengan komunitas yang paling membutuhkannya, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan pendidikan inklusif berbasis teknologi di Indonesia.

Narahubung:

Yohanes Setiawan, S.Si., M.Kom.

Fakultas Informatika, Telkom University Surabaya

Website: voxsight.id

Secret Link